ayeuna tabuh

Selasa, 04 Maret 2014

Senja yang tidak jingga

Hari ini aku telah merencanakan dikala senja melambai aku ingin duduk manis menikmati siklus alam bersama beberapa kupu-kupu dan bunga yang sering ku siram.
Jauhari aku telah berpesan kepada angin jangan kau berlari menebar air dari mendungnya awan hitam.
Karena esok lusa aku ingin memanjakan mata juga sedikit menikmati rindu.
Namun. Awan hitam terlalu muak dengan terik matahari yang selalu saja membuat gersang menerjang.
Padahal biarkan langit men-jingga dengan beberapa burung berlalu-lalang.
Biarkan malam menjelang jangan kau ludahi dengan hitam yang kau paksakan.
Aku manusia dan aku bisa merasakan.
Bagaimana kecewa menyelimuti diri.
Ayolah langit hitam, padahal aku hanya membutuhkan kedamaian.
Tapi kenapa kau membagi gelisahmu pada orang yang ingin tenang?

Jatinangor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar